Special Show KBR Kementrian pertahanan RI - Rabu 8 Juni 2016

Masalah Aktual pengadaan Alustista jadi bahasan menarik pagi ini dalam special show bersama Kementrian Pertahanan RI.

Alustista adalah kependekan darialat utama sistim senjata, yang merupakan kekuatan TNI. Membangun kekuatan dengan program yang bertahap dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya telah disusun perencanaan berdasarkan doktrin dan strategi postur ideal dalam mempertahankan geografi Indonesia. Kebutuhan anggaran dalam ideal dan  minimum esensial.  

Kebutuhan  terkait pertahanan yang dibagi empat wilayah agar berbagai permasalahan dapat diatasi dengan baik. Perkembangan perkiraan ancaman dalam minimum asensial ,kemudian dibangun 2 trouble spot ini. Indonesia adalah Negara kepulauan, yang kemudian menjadi poros maritime dunia.

Dalam membangun kekuatan minimum esensial, terkait dengan anggaran, dilakukan 3 renstra.

Sesuai UU 34 TNI memiliki 2 tugas, menghadapi perang dan bukan, seperti bencana perang dsb. Alustista TNI dipersiapkan sesuai dengan tugas-2nya baik untuk menghadapi perang atau non perang.

Pada Renstra 2015-2019 akan dicapai 20-30 % dari kebutuhan terkait perkembangan tehnologi. Beberapa keperluan perlu dibeli dari Luar Negeri. Program Bangtek memberikan kesempatan luas bagi industry dalam negeri. Keperluan Perahu cepat motor misalnya dari produksi dalam negeri. Anggaran pertahun 3 trilyun untuk membuat kapal yang perlu waktu 2 tahun. Bagaimana dengan rencana membangun pangkalan militer di Indonesia timur? Anggaran untuk Alustista 40% untuk gaji dan peralatan pertahanan yang diperlukan.

Produksi alat pertahanan Indonesia sudah banyak diminati Negara lain. Dalam pembangungan alat Industri Pertahanan Indonesia menjadi pioneer. Mungkinkah kita mencapai Negara berkekuatan pertahanan Indonesia dan menjadi 5 besar? Mari kita doakan.