Special Show - Dialog mengenai RUU Kretek sebagai warisan Budaya Indonesia, dan RUU pertembakauan dan Road Map 2015-2020

Special Show KBR kali ini bersama Kartono Muhammad –  Ketua Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) | Kontak: 0855 9003 947 Herry Chairansyah – Direktur Raya Indonesia | Kontak: 0812 94591981 untuk membahas Kretek sebagai warisan Budaya Indonesia

 

Dialog mengenai RUU Kretek sebagai warisan Budaya Indonesia, dan RUU pertembakauan dan Road Map 2015-2020 semogalah akan menjadikan masyarakat hidup lebih sehat

Tidak selalu warisan budaya itu baik. Proses tanam paksa oleh Belanda dalam perkebunan tembakau di banten. Dari bahasa Belanda Roken menjadi Rokok. Sementara unsur kretek merupakan inovasi atau internalisasi rasa.

Rokok disebut kretek karena ditambah cengkeh. Beberapa pihak merespon berbeda terhadap pengendalian tembakau. Sementara dari sisi Farmasi, semakin banyak orang sakit semakin baik. Bagaimana pemerintah hadir untuk melindungi rakyatnya. Bagaimana tanggung jawab negara ?

Kretek sebagai warisan budaya, bagi dr Kartono Mohammad tidak tepat. Harus ada aturan kan banyak warisan budaya lain, seperti batik dan angklung. Warisan budaya yang bagus dilestarikan, namun yang tidak baik harus dihapus. Makan sirih budaya bukan ? tapi tak lestari.  Sesuatu disebut warisan budaya bila mendapatkan ketetapan dari kementrian bukan ? Bukankah Warisan itu harus diajarkan, lantas apakah kita harus mengajarkan anak kita merokok kretek ?

Industri rokoklah yang diuntungkan selama ini, Permen yang ada adalah untuk meningkatkan industri rokok, 90% lebih rokok yang diproduksi adalah rokok kretek. Nah dengan patung sebagai warisan budaya maka Industri rokok kretek akan lebih aman.  Gugatan terhadap Kementrian Perindustrian agar Permenper ini dicabut semogalah dapat terkabul. Pemasukan yang lebih besar bisa diperoleh bukan dari produksi, namun cukainya yang di naikkan.

Kesejahteraan petani tembakau dan pekerja rokok yang dijadikan alasan untuk dilindungi tidaklah tepat. Bukankah daun tembakau juga di import, dan pekerja rokok juga outsourcing?

Silahkan bertanya di 08001403131 dan SMS 08121188181