Special Show - SDGs Bappenas bersama Poppy Pak Arum dan ibu Sudarti, terkait pencapaian MDGs yang berlanjut dengan SDGs.

Special Show KBR - Selasa, 19 April 2016

Bahasan SDGs Bappenas bersama Poppy Pak Arum dan ibu Sudarti, terkait pencapaian MDGs yang berlanjut dengan SDGs. Bila ingin bertanya silahkan WA di 08121188181

MDGs telah berakhir tahun 2015 lalu dan dilanjutkan dengan SDGs, target yang diharapkan akan diraih sesuai dengan yang dicanangkan. Indonesia dengan pembangunan yang mengkikut sertakan masyarakat madani diharapkan tidak akan tertinggal jauh dalam mewujudkan SDGs. Bagaimana orang orang yang ahli dibidangnya turut ambil bagian dalam mengembangkan msyarakat

Bagaimana semua daerah terintegrasi dalam mencapai MDGs Ini yang diupayakan dengan optimal, agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat ditangkap lapisan masyarakat baik tehnokrat, , pengusaha atau parlemen.

Pencapaian dan prestasi masing masingwilayah dinilai melalui  indicator yang telah di raih.

Piala 3 jenis berlapis emas juara I perak juara II dan Perunggu juara III dengan SK Mentri untu Propinsi terkait. Propinsi yang memiliki prestasi bukan hanya yang ada di Pulau Jawa atau propinsi yang sudah maju.

Wiryo dari Semarang bertanya pencapaian MDGs yg dilanjutkan SDGs. Memang dari 67 indikator MDs baru dicapai 48 Indikator , 19 belum tercapai karena ini merupakan konsern Dunia dan ditindak lanjuti di SDGs, seperti kematian ibudan masalah sanitasi.

Pak Ali Bekasi bertanya sampai dimana program persiapan SDGs dan bagaimana persiapan daerah. SDGs dengan 17 Goals 169 Target dan 241 indikator selama 15 tahun. Yang saat dilakukan adalah sosialisasi SDGs untuk menyamakan persepsi, dan memperkuat landasan hukum untuk pelaksanaannya, termasuk juga Perpres dan Tim koordinasi ditingkat pusat. Sekaligus Pusat menyusun rencana aksi Nasional untuk SDGs , Demikian pula dipersiapkan pedoman teknis. 17 Goals nya merupakan prioritas dunia yang kita sesuaikan dengan pembangunan 5 tahunan. Semua goals disesuaikan dengan kondisi daerahnya.

Fitri Pontianak bertanya terkait Bahasa berpengaruh terhadap suksesnya suatu Program. Bahasa yang mudah dimengerti tengah diupayakan sehingga SDGs menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan. Bahasa yang dipahami dengan sama oleh masyarakat dan oleh parlemen, dengan terminology yang mudah dimengerti. Laporan MDGs dapat diakses dari Sekretariat MDGs.go.id. Sementara buku MDGs terdapat 13 buku, dalam bahasa Indonesia.

Iyan di Padang ingin tahu bagaimana mengidentifikasi pencapaian SDGs nanti. 17 Goals 169 Target dengan 241 indikator nanti dikaitkan dengan kebutuhan daerah bersangkutan, dan ditingkatkan perkuatan dibidang yang memang tertinggal. Aka nada rencana aksi daerah yang berisi target dan kegiatan yang ditentukan oleh masing masing propinsi. Bila dulu MSGs dipukul rata, di SDGs dibedakan antara satu daerah dengan daerah lain

Pak Hadi dari Wonosari mempertanyakan dana untuk kegiatan SGDs, yang jawabannya adalah didukung 4 stakeholder yang bekerja sama dengan pemerintah, Bisnis dan Filantropi, CSO , Parlemen dan Akademisi

Andi di Jakarta Utara bertanya bagaimana DKI yang bermasalah dengan reklamasi? Tunggu saja pengumuman tanggal 20 April nanti, terkait dengan trophy yang didapat oleh DKI Jakarta.

Syafira di Lampung menyarankan agar permasalahan anak dimasukkan dalam agenda SDGs. Indikator ibu hamil tidak kekurangan darah, anak lahir BB cukup, tidak kekurangan gizi, mendapatkan imunisasi dan pelayanan kesehatan di RS. Ini masuk dalam Goals Kesehatan. Sementara Pendidikan pada SDHs adalah pendidikan yang berkwalitas.

Rita dari Medan menyarankan agar jangan hanya focus pada penmghargaan sajanamun juga pada kelanjutannya. Memang kesinambungan dijaga baik dibidang perekonmian, pendidikan, social, lingkungan hidup, keadilan dan tata laksana pengelolaannya.