Special Show - Kamis 1 Oktober 2015

 

Special Show KBR68 H – Bumi Kita bersama Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan

Bagaimana Kesatuan Pengelolaan Hutan/KPH yang ramah sesuai dengan fungsinya ? KPH Konservasi KPH Lindung dan KPH Produksi ?  Bila ada yang ingin ditanyakan  hubungi  021 0571036.  Atau 08001403131 bebas pulsa Bahasan  sengkapnya  bersama KBR68H di www.radiodfm.com

Ida Bagus Putra Pratama Direktur Jendral KPH Hutan produksi Lestari , menyatakan bahwa kebijakan baru merupakan kebijakan paling transformative karena akan mengubah para digma. Ijin diberikan kepada swasta, dengan harapan segalanya dilaksanakan dengan professional, sehingga Hutan dapat aman dan lestari. Namun KPH lah yang menata dan menyiapkan segala sesuatunya.

Tata kelola hutan diawali dengan mengetahui hutan apa yang akan dikelola, kemudian menentukan mana bagian yang untuk hutan alam, mana bagian yang untuk konservasi dlsb. Kemudian baru ditawarkan kepada pemodal.

Dr Ir Fathoni Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem menyatakan bahwa tugas KPH sumber daya alam dan ekosistem. 27 Juta hektar Hutan konservasi di seluruh Indonesia perlu dikelola secara professional efektif dan efisien, dikelola SDM kompeten professional dikelola secara SFM , sehingga tak ada pencurian dan perusakan,sehingga kelola KPH secara efektif efisien dan menguntungkan tanpa mengganggu sumber daya.

Sementara KPH Produksi terus ditingkatkan karena kekhawatiran terkait kewenanganyang akan dicabut agar tidak merebak menjadi kecemasan tak mendasar.

Dinas Kehutanan mengatur regulasi membuat petunjuk pelaksanaan dan memonitornya sementara  PKH terkait erat mengelola Hutan kawasan secara spesifik

Fokus utama kerja KPH dan eko system adalah mempertyimbangkan mana hutan yang layak, dengan diatur sehingga menguntungkan ekosistem. Rencana 5 tahun kedepan akan dibangun 100 KPHK yang dipimpin oleh professional dengan daya managerial tinggi, sehingga dapat mengelola dengan baik.

Pembentukannya ditetapkan oleh Mentri, diisi oleh SDM dan anggarannya , baru kemudian diisi dengan sarana fasilitas dan pengelolaannya. Bila KPH dominannya marga satwa maka penghuni hutan tersebut akan hidup lestari selamanya. Sosialisasi dan perencanaan melibatkan stake holder untuk 27 Juta hektar kawasan Hutan konservasi.

Belakangan ini Indonesia popular dibahas dunia karena kebakaran dan eksport asap yang luar biasa,sehingga menuai protes dari Singapura. Nah terkait dengan hal ini, bila pembakaran itu dilakukan oleh perusahaan, maka mereka akan diproses hukum, untuk mempertanggung jawabkannya, bila perlu dicabut haknya. Namun bila dilakukan oleh masyarakat kecil namun secara bersamaan, maka efeknya akan sama, asap akan merebak, sehingga masyarakat diadvokasi dan dipersuasi untuk tidak melakukan pembakaran.  Pembakaran dilahan sekecil apapun, bila api dibawa angina, maka dimusim kering seperti saat ini, api akan merambah ke bagian lain dan membakar bagian tersebut.

Kebijakan setelah integrasi 2 kementrian menjadi satu, terciptalah bahasan unit organisasi ditingkat daerah dan mereview peraturan perundangan dan mensinergikan program serta mereview ijin ijin yang telah dikeluarkan agar lebih transparent dan akhirnya dapat bergerak responsive menjawab tantangan kebutuhan.

Kawasan konservasi sementara ini belum dikelola dengan optimal,karenanya dibentuklah KPH diluar taman Nasional, sehingga 100 KPH yang non Nasional dapat terbentuk dan beroperasi secara professional. Fokus pengelolaan sesuai dengan Fungsi kawasan. Bagaimana melindungi marga satwa liar, bagaimana menciptakan ecotourism yang menarik dsb.

Ir Herudoyo Kepala KPH Lindung menyatakan bahwa KPH Lindung menyelamatkan hutan lindung, menghindari penanaman dengan membakar lahan karena dampaknya buruk bukan hanya pada lingkungan melainkan juga pada lahan itu sendiri. Perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan. Bersama KPH produksi  KPH Lindung  menyusun NSPK dari direktorat masing2.  DAS adalah wilayah daratan yg menampung dan menyimpan air hujan  yang kemudian dialirkan ke danau dan laut. Ada 15 DAS di Indonesia yang perlu ditangani terlebih dahulu

Ingin menanyakan sesuatu ? Hubungi telepon   Bebas Pulsa 08001403131