Special Show - Selasa 4 Agustus 2015

Pencegahan dan Penyelamatan Penyalah Gunaan Narkoba -  Drs Gun Gun Siswadi MSi BNN RI

Membina tunas muda agar sadar dan waspada terhadap goda dan gangguan narkoba menjadi bagian dari peduli kita bersama. Nah Special Show kali ini bersama Badan narkotika Nasional RI membahas mengenai Pencegahan dan Penyelamatan  penyalah Gunaan Narkoba bersama Drs Gun Gun Siswadi MSi Direktur Diserminasi Informasi Badan narkotika Nasional RI. Apa sajakah bahasannya ? mungkinkah kita dapat mempersuasi keluarga atau orang disekitar kita tentang napsa yang membahayakan ini ? . Ada yang ingin ditanyakan ? Hubungi 021- 79190413 dan  Simak bahasannya di www.radiodfm.com

Siapa sajakah yang perlu dipersuasi mengenai bahayanya Narkoba ? paling awal adalah orang tuanya, ayah bundanya. Pernah kejadian anak yang berbeda perilaku , orang tuanya khawatir kondisinya, kemudian dibawa ke BNN, ternyata terpapar narkoba melalui pangan tertentu. Ini upaya narkotika dikembangkan untuk memudahkan menyasar mulai dari anak anak sampai dewasa tua. Dalam  Kue, di permen, dll. Inilah yang harus kita waspadai. Indonesia adalah pangsa pasar yang menarik.  Dulu Indonesia adalah Negara perantara, namun kini menjadi tujuan sasaran pengguna Narkoba.

Mencoba Narkoba akan kecanduan ! Ini yang harus diwaspadai ! Tapi bukankah Narkoba adalah barang mahal ? Seandainya penggunanya tak ber uang, maka untuk mendapatkan nya, ia akan dimanfaatkan untuk menjadi kurir. Ini memudahkan penyebaran pengguna narkoba bukan ?

100 ribu pengguna narkoba akan direhab dari 4 Juta orang, kapan akan selesai ? Ini yang menjadi kepedulian kita agar semua keluarga yang anggota keluarganya terkena Narkoba, melapor ke BNN untuk kemudian di rehabilitasi. Setelah dilakukkan assement akan dilakukan rehabilitasi. Kerugian 2011 mencapai 2 trilyun. Kesempatan bekerja hilang, dan mereka akan menjadi sosok tak berguna bukan ? Bayangkan kalau 4 juta jumlahnya ?!

Pengguna yang sakau dapat melakukan hal yang membahayakan diri dan orang lain

Dsr Gun Gun bicara soal supply and demand, yang keduanya harus ditangani secara seimbang. Keluarga dan LSM bersinergi menanggulanginya. Sementara pemerintah dan jajaran penjaga keamanan negeri mencegah pengedarannya. Efek samping dari pengguna bukan hanya addict terhadap narkoba, melainkan juga penyakit ikutannya. Dengan suntik, jarumnya bisa menularkan HIV misalnya.

Bagaimana mengenali anak yang terpapar Narkoba ? Perbedaan perilau atau sikap yang nyeleneh harus kita waspadai. Berbagai upaya untuk menyelamatkannya harus kita laksanakan. Jangan sampai anak kita menambah angka 4 juta pengguna di Indonesia.  Demikian pula media, sangat besar peran dan pengaruhnya untuk memunculkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap akibat panjang pengguna narkoba.  BNN dengan upaya merehabilitasi pengguna narkoba semogalah akan mengurangi jumlah pengguna dan bahkan menyelamatkan tunas muda harapan bangsa untuk menjadikan Indonesia lebih sehat dan sejahtera !

Bila anda memerlukan informasi lebih jauh 081221675675 SMS center dan Call Center di  021 80880011