Special Show - Jumat 31 Juli 2015

Obrolan Ekonomi KBR – Kewajiban menggunakan Rupiah

Pagi ini bersama KBR, kami kembali keruang dengar anda selama 60 menit membahas mengenai kewajiban   menggunakan Rupiah  bersama Bank Indonesia bersama, Bp Agustinus Fajar Asisten Direktur Bank Indonesia dan Bp Agung Gunawan dari Departemen Kebijakan dan Pengawasan Bank Indonesia, Nah Ada yang ingin ditanyakan ? hubungi  021 0571036.  Atau 08001403131 bebas  pulsa Acara ini dapat disimak melalui www.radiodfm.com

Rizal yang mengawal bahasan   kewajiban menggunakan rupiah di wilayah NKRI bersama Bp Agung Gunawan Raharja Departemen Kebijakan dan Pengawasan Bp Agustinus  Fajar asisten Direktur Bank Indonesia.

Hal yang diatur dalam peraturan BI tentang penggunaan rupiah dalam transaksi di Indonesia. Sesuai dengan peraturan baru BI demi kedaulatan NKRI dalam rangka menyambut Ulang tahun RI ke 70, dan ini merupakan hadiah terindah bagi KNRI. Gunakan rupiah dalam transaksi apapun

Peraturan BI mengatur definisi rupiah, merupakan alat pembayaran yang syah yang dilakukan di Indonesia, dimanapun transaksi itu dilakukan. Setiap pihak wajib menggunakan rupiah dalam transaksinya. Nah kewajiban ini ada pengecualian. 6 pengecualian boleh menggunakan valas tersebut adalah transaksi tertentu di APBN, . pemberian/hibah dari LN, Ekspor impor barang, perdagangan Jasa Internasional, Simpanan di Bank dalam valas , Pemberian pinjaman Internasional dan UU , Perbankan, penanaman modal dll.

Pak Agung bicara mengenai pelaksanaan APBN, membayar hutang luar negeri, transaksi Internasional, tak perlu menghawatirkan para pelaku ekspor impor.  Bila keluarga sakit dilluar negeri, tentu dengan valas ,

Bagaimana dengan sanksinya ? pembayaran tunai dengan valas sanksinya adalah pidana kurungan 1 tahun dan denda maksimal 200 juta rupiah

MOU Bank Indonesia  dengan Kepolisian menurunkan Pedoman Kerja, menangani tindak pidana kegiatan valas dan pelanggaran mata uang. Pelanggaran tunai ditangani kepolisian, sementara yang merupakan pelanggaran non tunai ditangani Bank Indonesia, salah satunya dengan pemblokiran rekening dsb. BI bukan menghambat lajunya perekonomian,melainkan ingin menjadikan Rupiah tuan rumah dinegeri sendiri. Bila pelanggaran tunai  di pasar baru atau pasa lain, menjadi ranah kepolisian. Resiko aturan ini adalah munculnya gejolak, yang diharapkan tidak terlalu kuat, namun segera dapat mengaplikasikan penggunaan rupiah untuk transaksi di Indonesia dengan Rupiah. Mari jadikan Rupiah tuan di negeri sendiri. Mari wujudkan Menuju Rupiah yang Berdaulat !!