Special Show - Selasa 26 Mei 2015

Special Show – Selasa 26 Mei 2015

Klinik Kesehatan KBR – Keamanan Kemasan Pangan

Pagi ini obrolan bersama Ibu Dina Mariana Kepala Seksi BPOM RI  dan Ibu Ratmina Kepala Seksi Penyuluhan BPOM, dengan KBR tentang bagaimana keamanan pangan dalam kemasan, semoga semakin mencerdaskan kita dalam belanja pangan dalam kemasan. Simak di www.radiodfm.com

Kemasan pangan diatur UU 18/2012 tentang bahan yg digunakan untuk membungkus makanan. Pangan yang dibungkus bahan plastic pengganti daun , Plastik mengandung senyawa makro molekul organic , itu sebabnya ada kode  peruntukannya.  Penggunaan sesuai sifatnya terhadap pangan.

Plastik banyak dipilih karena bahannya ringan, mudah dibawa. Tidak mudah pecah, Mudah dibentuk sesuai keinginan. Kekuatan dapat ditingkatkan sesuai kegunaan. Bahan dasarnya mudah dan mudah pula diproduksi secara masal. Mudah pula ditempel label yang berwarna warni sehingga menarik perhatian.

Namun kelemahan kemasan plastic adalah tidak tahan panas disuhu tertentu, dapat mencemari produk pangan, karena migran terhadap pangan,  dan ini membahayakn kesehatan. Ada beberapa plastic yang tak bisa dihancurkan alam. Inilah kelemahan dari kemasan plastic.

Ada bahan kontak pangan yang dilarang da nada yang diijinkan, dengan batas migrasinya. Beberapa bahan kimia diijinkan dengan diatur.

Bagi masyarakat akan lebih mudah memahami bahaya bila memperhatikan beberapa hal. Misalnya Plastik kresek hitam, yang dibuat dari plastic daur ulang, recycle jadi kemasan baru, atau yang berwarna pekat lainnya.  Jadi hindari gorengan dibungkus plastic hitam, karena akan terkontaminasi.

Sementara untuk bungkus kemas, banyak yang dari daur ulang, saat ini tengah di atur. Kertas dus yang berwarna putih menggunakan bahan asli, sementara yang berwarna cokelat dibuat dari bahan daur ulang. Setiap plastic berbeda, ada melamin asli dan tiruan. Yang tiruan bahan dasarnya tidak membuat ikatan kimia yang stabil, sehingga membahayakan. Kuah bakso sekitar 70 derajat bila dibungkus plastic masih aman.

Kode plastic daur ulang berkode 1 – 7 ,  

1. PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate). 2.  HDPE (High Density Polyethylene) 3.  PVC (Polyvinyl Chloride), 4.  LDPE (Low Density Polyethylene), 5  PP (polypropylene) 6. PS (Polystyrene) dan tipe 7. OTHER (Polycarbonate)

Waspadai kode no.1 dan no. 3 yang dapat menimbulkan karsinogen, sementara sedang dalam kajian. Kode no. 6 dan no 7 juga sedang dalam penelitian kemungkinan menimbulkan karsinogen.

Styrofoam  bila terkena  panas, terkena mi seduh misalnya, hasil penelitian masih jauh dari migrasi, jadi masih aman digunakan.

Sementara penggunaan plastic sesuai kode yang ada sangat merepotkan, jadi jalan keluarnya adalah gunakan keramik atau gelas beling. Menempatkan susu jangan disembarang kemasan botol plastic, lihat kode nya. Air minum dalam kemasan yang aman dengan tutup berkode PP (kode 5)

Dipasaran pedagang lebih suka membungkus dagangannya dengan plastic kresek warna merah, atau hitam. Untuk membungkus makanan siap santap yang aman adalah plastic yang tidak berbintik, yang penting jernih/bening.

Kemasan makanan kaleng yang sudah penyok, sebaiknya jangan dibeli, karena bisa saja masuk udara kedalam yang menjadikan tumbuhnya bakteri. Waspadi adanya BPA yang melapisi kaleng, jadi ibu hamil dilarang mengonsumsi makanan berkemasan kaleng.

Perlu diwaspadai bila membeli panganan seperti dodol yang sudah sangat melekat dengan plastic, jangan dimakan.

Mari tingkatkan kesadaran tentang kemasan/bungkus makanan kita, perhatikan kode 1-7, ikuti petunjuk pemakaian, agar aman dan hidup lebih sehat.