Special Show - Selasa 12 Mei 2015

 

Special Show – Selasa 12 Mei 2015

Hidup nyaman tanpa  gejala alergi , tanpa  Pilek  - dr Iris Rengganis,Sp Sd konsultan alergi RSCM Jakarta

Pagi ini bersama KBR, dari Balikpapan kita akan membahas mengenai Alergi dengan segala gejala dan penyebabnya, khususnya pagi kini membahas flue/pilek. Alergi adalah gangguan yang tak mudah diabaikan. Anda pengguna kipas angin dan selalu terganggu ? bisa jadi karena debu yang terbawa dalam putaran kipas angin inilah pencetus gangguan alergi kita.

Ketika kita bebenah, beberes, apakah kita juga bersin bersin ? Ohya,salah satu pencetus bisa jadi rokok, ternyata saat menghirup asap rokok itulah kita memicu datangnya alergi

Nah untuk mengeliminir datangnya alergi maka yang penting diperhatikan adalah makan yang baik (pilih yang bukan pencetus alergi) , olah raga cukup dan hindari pencetus, apakah itu debu, suhu udara , jamur dalam ruang  dll.

Seorang peserta SMA 2 Balikpapan, Adifa bertanya mengenai sinusitis. Sinusitis terjadi karena rhinitis alergi yang tidak terkontrol. Radang rongga sinus ini memunculkan pusing dan malas belajar, dengan hidung mampet, ada cairan yang terhambat disana.  Alerginya terlebih dulu yang harus diobati, ini yang harus diperbaiki dengan menghindari factor pencetusnya, yaitu pencetus alerginya.

Hindari factor pencetus alergi rhinitis ini , jangan minum air dingin. Untuk tungau dalam ruangan, hindari kipas angina, gunakan AC namun dengan aturan 24 celsius.  Jangan lupa minum anti histamine. Namun penting untuk mengenali pencetusnya sehingga  kita bisa hidup  nyaman  tanpa gangguan alergi.

Minum obat anti histamine tiap jelang tidur bagi yang sedang terganggu alergi perlu di lakukan. Siapkan juga obat semprot bagi yang sinusnya sedang kambuh.

Banyak orang alergi terhadap makanan laut, ini disebabkan oleh zat allergen yang banyak terdapat dalam protein. Protein ini memang zat yang  alergenik. Orang alergi telur, maka putih telurnya yang memicu. Mengapa kotoran tungau memicu alergi ? karena kotoran tungau mengandung protein.  Nah masing masing factor genetic kita membedakan penyebab alergi kita.  Ada pula penyebab alergi karena lingkungan, ruang berkarpet yang banyak mengandung kotoran tungau.

Sridewi dari Energic Yoga bertanya mengenai manisfestasi alergi yang berbeda beda, gatal gatal dan eksim misalnya ? seseorang bisa saja mengalami alergi udang, namun kemudian terjadi penyesuaian tubuh sehingga dengan kekebalan kita membaik, maka tak lagi alergi terhadap udang. Ini mungkin, kalau alergi makanan, namun tidak demikian  dengan  penyebab alergi dari obat. Alergi obat seumur hidup tak dapat minum obat tersebut. Ini bahkan dapat mematikan. Karena alergi obat tak dapat ditoleransi oleh tubuh.

Eksim umumnya muncul karena alergi susu sapi, sehingga umumnya setelah agak besar berubah menjadi alergi asma.

Ada pendeteksi alergi yang dilakukan dokter, sehingga kita akan tahu kita alergi terhadap apa. Melalui tes alergi  kita dapat lebih  mengerti, apa yang harus kita hindari.

Ada alergi yang dapat dikendalikan, hasil test alerginya  +3 coklat misalnya,  ini berarti sensitive terhadap coklat, bila hanya +1 atau +2 maka hindari coklat terlebih dulu 1 bulan misalnya, maka kemudian mulai makan coklat dengan kadar yang sangat sedikit, dan demi sedikit ditambah. Wajib minum obat anti histamine

Fitra peserta bertanya tentang alergi karena genetic, yang ternyata alerginya berbeda-2. Ayah yang asma, anaknya bisa saja alergi bukan asma,

Test alergi diberikan kepada anak dengan semua jenis alergi, tujuan test nya adalah mencari factor pencetus.  Biasanya test dilakukan pada anak 9 bulan keatas atau idealnya 1 tahun keatas, dilakukan di paha. Untuk orang dewasa test dilakukan di lengan.

Peserta yang bertanya berikutnya adalah mahasiswi Poltekes yang sering bersin dan mata memerah, terjadi sejak 5 tahun , dokter menyatakan immunotherapy. Anjuran dr Iris adalah tetap minum obat antihistamin tiap malam, kemudian kalau dilakukan imunotherapi ,yaitu merupakan  pemberian suntikan yang akan berlangsung 4 tahun.  Biasanya ini merupakan pilihan terakhir, karena factor biaya dan keberlanjutannya. Jadi karena kita terpengaruhi factor lingkungan, maka hindari yang mencetuskan alergi, serta selalu siap persediaan obat anti histamine.