Special Show - Kamis 17 Desember 2015

Special KBR – Bumi Kita JICA Japan International Cooperation Agency

Program persembahan JICA mengenai pengolahan sampah di kota Surabaya. Masalah sampah pernah menghebohkan Jakarta dan Bekasi. Sementara Surabaya dianggap sukses mengolah sampah dengan 3 R dan pengolahan sampah, Surabaya dikenal sebagai Role Model bagi Negara di Asia Pasific,karena kebersihan dan kecanggihannya mengolah sampah modern. Surabaya bekerjasama dengan Kyuzu Cina yang mampu mengolah 20 Ton sampah perhari, yang kemudian akan berubah menjadi kompos. Ingin bertanya ? hubungi  08121188181 dan 08001403131

Ibu Siho Takehita , Bp Edy Wahyu Candra kepala UPPB pengelolaan Kompos Surabaya. Hadir berbagi informasi. Kota Kyuzu memilih Surabaya karena adanya kesamaan soal sampahnya, sehingga dapat bersama mengatasi sampah.  Diadakan lomba bebas dari sampah memunculkan kepedulian masyarakat dengan kriteria penilaian dari kebersihan lingkungam air yang diproses ulang dan motivasi lain. Lomba ini tiap tahun dilakukan.

Misiara Corporation bergerak dibidang sampah sejak 50 tahun, dan bekerja sama dengan Surabaya sejak 4 tahun lalu. Berawal dengan ikut pameran di Jakarta 5 tahun lalu, Hara Corp menawarkan kerja sama dengan Jakarta namun kurqang tepat sehingga kemudian Surabayalah yang dipilih berikutnya. Di Indonesia lebih banyak sampah organiknya, sementara di Jepang sampah organic ini tak boleh sampai lebih dari 40%.

Tehnologi yang dibawa ke Surabaya adalah tehnologi sederhana, karena tehnologi tinggi belum tentu cocok, dengan pemilahan sampah , di bedakan antara sampah organic dan unorganik yang dapat dijadikan kompos. Kegiatan Pemkot Surabaya untuk sampah rumah tangga cukup baik. Membuat kompos dengan menjaga kadar suhu kadar air sangat penting agar memperoleh kwalitas lebih baik.

Surabaya menghasilkan 2500 ton perhari, yang diolah sampah organiknya sekitar 30% dari sampah yang ada.  Untuk Super Depo kapasitas maksimalnya dalam mengolah sampah adalah 20 Ton.