Special Show - Rabu 11 November 2015

 

Special Show – KBR Pagi Kenaikan cukai Tembakau

Kenaikan cukai rokok 11% tahun depan, akan menaikkan harga rokok, namun tak akan mematikan industry rokok. Benarkah akan terjadi PHKbagi pekerja di pabrik-2 rokok ? atau mematikan petani rokok ? Tanyakan di08001403131 !

Produk Rokok dengan bahan baku tembakau dan minuman beralkohol akan dikenai kenaikan cukai.  Cukai dimaksudkan untuk mengendalikan konsumsi , inflasi meningkat pendapatan meningkat, kalau harga rokok tidak meningkat, maka konsumen akan terus bertambah. Cukai naik terus adalah untuk membatasi konsumennya. Cukupkah kenaikan cukai rokok 11 % untuk menghambat consumer nya ? Tujuan utama cukai adalah untuk pengendalian konsumsi, tembakau adalah zat  adictif yang harus dikurangi .

Tetapkan tarif cukai berdasarkan tingkatannya. Kretek mesin, kretek tangan dan Putih mesin. Yang buatan mesin beda dengan yang buatan tangan. Mesin memproduksi jutaan batang perhari, sementara buatan tangan sangat terbatas.

Menurut dr Evasari kenaikan cukai 11 %  tidak cukup, setidaknya harus naik 20 % tiap tahun, sehingga konsumsi turun 8 %. Selama ini tak terjadi penurunan konsumsi rokok.  Sifat konsumsi rokok adalah kecanduan, perokok akan sulit berhenti merokok, mahalnya harga rokok akan membebani  rakyat miskin, yang pengeluaran biaya rokok setara 6x pendidikan, dan 5x susu& telur. Jadi kalau bapak tidak merokok, bisa jadi bayinya lebih sehat dan anak anak dapat terus sekolah.

Rokok yang mahal akan menolong orang miskin untuk tidak membelinya, keduali rokok buatan tangan yang masih tetap sama.

Kepala Lembaga Demografi UI,  mengatakan bahwa Industri padat karya ada di rokok buatan tangan merupakan golongan 3 B, yang menghasilkan  rokok tangan dibawah 50 juta pertahun, tidak meningkat tarifnya. Jadi rokok kretek tangan padat karya cukainya tidak naik. Harganya masih 80 rupiah perbatang. Bandingkan dengan kretek mesin yang harganya 400 rupiah perbatang

Di Papua Barat harga rokok lebih mahal dari harga beras. Semakin mahal semakin sulit didapat , maka anak muda perokok diharapkan akan berkurang, sehingga generasi yang tidak merokok akan menjadi generasi yang kompetitif. Perlindungan pada 2nd smoker penting kalau ingin 20 tahun mendatanggenerasi kita lebih peduli pendidikan dibanding merokok. Bayi yang digendong ayah yang sudah tidak merokok namun dibajunya masih ada aroma rokok, ternyata si bayi terkena pneumonia.

Untuk mengendalikan konsumsi ada beberapa cara, Menaikkan harga rokok,karena akan mengurangi keterjangkauan anak anak. Melarang iklan rokok di TV Radio dan Billboard, melarang rokok ketengandisekitar sekolah. Ada yang mengatakan cukai adalah pajak dosa. Minuman keras dan produk tembakauadalah diantaranya.  Di Inggris 100% hadil cukai tembakau digunakan untuk promosi, sementara di Indonesia hasil cukai masuk APBN, ini keliru, karena cukai bukan penghasilan Negara. 10 % untuk petani tembakau dan buruh, 40-50 % harusnya untuk mendanai BPJS kesehatan, untuk yang Jamkesmas atau PBI , alokasi 70 trilyun tentu akan membantu pasien BPJS.

Bagaimana dengan petani tembakau yang hanya tergantung pada penghasilan tembakau ? Anjuran nya adalah petani mengubah komoditas pertaniannya dengan menanam cabai, dengan disediakan bibit dan pasarnya maka petani terus dapat hidup. Cukai tembakau tahun ini 1,9 Trilyun dapat membantu petani yang jumlahnya tidak mencapai 1 juta orang.

Bagaimana bila hasil tembakau di ekspor saja seluruhnya sehingga tetap petani tembakaudapat hidup ? Sayangnya justru Indonesia mengimpor tembakau untuk produksi rokok. Ini keputusan bisnis, karena daun tembakau di luar negeri lebih murah dibanding didalam negri. Di Uruguay lain lagi, produksi rokok menurun namun ekspor daun tembakau sukses dijual dengan harga tinggi.  Adakah industri dari daun tembakau selain untuk dijadikan rokok ? Mohon Pemerintah melindungi petani tembakau dengan melarang import tembakau namun justru mengeksport daun tembakau.

Semoga Pemerintah semakin melindungi masyarakat dari rokok, melindungi masa depan bangsa dari masyarakat yang mendahulukan rokok dibanding pendidikan anak anak.