Relawan Kesehatan Remaja dan Dokter Cilik

Time
Wednesday, 06 March 2013 23:45
Host
Jody Masardi
Producer
Hari Setyowanto
Tags
Kesehatan

Upaya peduli kesehatan menjadi kewajiban semua orang yang dimulai dari anak-anak hingga lansia. Untuk menanamkan kepedulian tersebut dimulai dari proses pembelajaran yang bisa didapat di sekolah, khususnya kegiatan di luar jam pelajaran sekolah atau sering disebut dengan kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang terkait dengan masalah kesehatan ini dapat dilakukan melalui aktivitas pengembangan diri palang merah remaja (PMR) untuk siswa tingkat SMP dan SLTA maupun dokter cilik bagi siswa-siswa sekolah dasar.

Kegiatan ekstrakurikuler PMR maupun Dokter Cilik mendukung peningkatan wawasan dan pengetahuan siswa dalam hal kesehatan, untuk peduli dan menumbuhkan kepedulian pertolongan pertama kesehatan kepada sesama.

Adapun sasaran kegiatan ekstrakurikuler PMR maupun Dokter Cilik adalah untuk PMR seluruh siswa mulai kelas VII sampai kelas IX, karena target untuk menjadi petugas kesehatan di setiap sekolah dari siswa biasanya sekitar 10 persen dari seluruh siswa. Sedangkan untuk Dokter Cilik bagi siswa SD biasanya mulai dari kelas III hingga kelas V.

Kegiatan PMR dan Dokter Cilik ini lebih memfokuskan diri pada materi–materi kesehatan dan bidang  sosial. Melalui kegiatan ini siswa yang mempunyai hobi, minat dan cita–cita sebagai petugas kesehatan dapat menyalurkan bakatnya tersebut, karena selain menerima materi para siswa-siswi juga langsung bisa praktek disekolah dan langsung mendapat pengawasan dari dinas kesehatan setempat yang dalam hal ini, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Dalam keseharian, selaku petugas kesehatan di sekolah mereka disebut Dokter Kecil Atau Kader Kesehatan Remaja yang selalu berlatih dalam wadah ekstra kurikuler PMR. Kegiatan ini sangat banyak manfaatnya bagi siswa. Selain mereka mampu mengenal berbagai macam obat-obatan dan peralatan medis lainya, siswa juga dapat memberikan pertolongan pertama bagi orang lain yang memerlukan penanganan medis dasar. Selain itu siswa mampu berorganisasi secara baik. Di sisi lain, siswa dapat membantu meringankan tugas guru karena penanganan siswa yang sakit disekolah bisa dilakukan oleh anggota PMR maupun Dokter Cilik dari siswa sendiri.  Siswa dapat meningkatkan ketrampilan dan kedisiplinanya melalui ekstrakurikuler PMR ini.

PMR maupun Dokter Cilik sebagai wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja dan anak-anak yang memberi andil besar bagi organisasi Palang Merah Indonesia. Mereka berperan sebagai tenaga pembantu PMI dalam melaksanakan tugas kemanusiaan seperti P3K, kejadian atau musibah, membantu tempat–tempat pengungsian, penampungan sementara dan evakuasi korban. Serta ikut membantu pemerintah dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat, misalnya penimbangan balita, peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menguatkan pengetahuan para relawan remaja dan anak-anak dibidang kesehatan ini, mereka diberikan pembelajaran dan berlatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Mereka juga ikut serta dalam kegiatan meringankan penderitaaan manusia akibat dari kecelakaan musibah atau bencana alam. Relawan muda ini juga menjadi tauladan dalam kehidupan remaja salah satunya melalui kebiasaan memelihara kebersihan, kesehatan pribadi dan lingkungan.
·       
Selain itu agar kemampuan dalam memberikan peranannya, anggota PMR maupun Dokter Cilik juga secara berkala bisa mengadakan latihan persahabatan dengan sekolah lain setiap 3 bulan sekali. Selain itu perlu juga mendatangkan pelatih yang lebih profesional saat kegiatan. Penting juga mengadakan kegiatan di alam terbuka menggunakan peralatan medis standart seperti ambulans, drakbar khusus, dan sebagainya. Untuk menambah kelengkapan perlu melengkapi alat yang sudah ada. Serta tak lupa pula untuk membiasakan menabung saat latihan.

Kehadiran relawan PMR maupun Dokter Cilik memberi makna besar bagi lingkungan, bahkan sangat menarik apabila mereka juga mau menambah pengalaman, wawasan serta mempraktekan pengetahuan dan ketrampilannya tersebut dengan berbagi peduli di pos-pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) yang sudah banyak tersebar di 200 kabupaten kota di 15 provinsi di Indonesia. Mereka bisa belajar berbagi peduli dengan kader Posdaya di pedukuhan, banjar, baruga, jorong dan desa-desa maupun kelurahan. Dengan demikian para relawan remaja dan anak dalam bidang kesehatan ini, meski dalam taraf pembelajaran tetapi sudah ikut membantu pemerintah dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat desa.

Bekal pengalaman berbagi peduli sebagai relawan kesehatan tersebut akan menjadi modal bagi langkah besar ke depan untuk menjadi genarasi bangsa yang peduli kesehatan dan berjiwa sosial untuk sesama. Semoga.

foto: madingpmrcobra.blogspot.com