Kegiatan 17an

Hari kemerdekaan Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus tahun ini jatuh pada hari Minggu. Padahal, biasanya Hari Kemerdekaan, menjadi Hari Libur Nasional, dimana warga Indonesia bisa menikmati hari libur dengan kegiatan-kegiatan yang seru, seperti mengikuti lomba.

Meskipun jatuh pada hari Minggu, tentu ini tidak akan melunturkan semangat anda, untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif kan?

Nggak ada salahnya, meski hari minggu yang biasanya malas-malasan di rumah, anda bisa gunakan untuk melihat kelucuan anak-anak mengikuti lomba 17an. Nggak ada salahnya juga, kalau anda juga ikut dalam aksi lomba-lomba yang diadakan di komplek ataupun di kantor anda. Mengingat memori masa kecil, lomba-lomba apa sih yang biasa anda ikuti?

Ternyata, lomba-lomba yang diadakan saat 17an itu, punya filosofi dan maknanya sendiri. 

Contohnya saja lomba panjat pinang, lomba ini merupakan lomba yang selalu ditunggu dalam perayaan 17-an. Bila dicermati, hampir tidak mungkin seseorang dapat sendirian sampai ke puncak. Untuk itu, peserta lomba akhirnya sepakat untuk bahu-membahu dan hadiahnya nanti dibagi. Filosofi dari permainan/lomba ini adalah setiap orang harus bahu-membahu, berbagi posisi dan upaya, serta menciptakan kerjasama yang kokoh untuk meraih sasaran dan tujuan.
Lomba bakiak di sini adalah bakiak beregu. Biasanya satu bakiak panjang untuk tiga orang. Meski sederhana lomba ini tidaklah mudah. Bila salah langkah bisa terjatuh. Filosofi dari permainan/ lomba ini adalah dalam satu kelompok semua anggotanya harus bisa menyamakan visi, menyatukan langkah, cekatan dalam bertindak, serta maju bersama untuk merebut prestasi.
Lomba lari kelereng di atas sendok. Lomba ini paling digemari anak-anak.  Bila kelereng jatuh berarti kalah. Bentuk kelereng yang bulat dan licin tentu membuat setiap peserta lomba ini harus berhati-hati saat berjalan.
Filosofi dari lomba ini adalah seseorang harus senantiasa berhati-hati dalam menjaga kecepatan dan tetap fokus pada misi yang diemban. Sebab keduanya merupakan kunci sukses dalam perjalanan mencapai keberhasilan.
Lomba makan kerupuk. Permainan dalam lomba ini dilakukan dengan cara kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang badan. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain. Peserta yang peling cepat menghabiskan kerupuklah yang menang.
Filosofi dari lomba ini adalah untuk meraih prestasi dalam keterbatasan situasi dan kondisi yang dihadapi, setiap orang harus tetap menjaga sportivitas dan integritas (kejujuran)
Lomba memasukkan paku ke dalam botol. Filosofi dari lomba ini adalah bahwa dalam meraih prestasi diperlukan perpaduan antara potensi yang dimiliki dengan keterampilan memanfaatkan peluang.