Ketika Orangtua Ikut Mengasuh Anak

Dlistener, setiap pasangan yang baru saja menikah, beberapa menginginkan hidup mandir tanpa harus tinggal seatap dengan mertua atau orangtua sendiri. Namun terkadang, karena adanya faktor lain pasangan yang baru menikah harus tinggal di pondok mertua indah. Nah kesempatan untuk mandiri ini, otomatis akan sedikit terhambat karena adanya campur tangan orangtua. Apalagi ketika anda memiliki anak, otomatis orangtua akan terlibat dalam pengasuhannya. Mungkin anda memiliki pengalaman, bagaimana orangtua anda memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada anak, sehingga terkesan longgar dalam pengasuhan.

Boleh saja memanjakan si anak, tapi bagaimana jika si anak malah lebih terkesan sayang kakek dan neneknya dibanding anda?

Dlistener, mungkin anda sering mendengar atau bahkan merasakan saat mertua ataupun orang tua menasihati tentang cara pengasuhan Anda kepada anak. Atau kadang Anda merasa didikan yang telah ditanamkan kepada anak, "dimentahkan" kalau kakek neneknya datang? Apa yang harus Anda lakukan?

  • Jika yang dipermasalahkan adalah masalah teknis seperti obat-obatan atau ASI, cobalah kumpulkan data yang mendukung, mengapa kita melakukan hal-hal yang berlawanan dengan saran mereka. Jika kita memang melakukan tindakan yang benar, jangan ragu untuk mengutarakan alasannya berdasarkan bukti-bukti yang ada.
  • Dekati dan berikan pengertian lebih dahulu, bahkan mungkin sebelum sang bayi lahir. Misalnya saja, kita ingin anak kita diberikan ASI eksklusif, coba beritahu dulu orangtua. Jika memang sudah sepakat, maka hal itu tidak perlu dirisaukan bukan?
  • Berikan Batasan Tegas sampai dimana orangtua boleh ikut campur. Selain itu, hal yang terpenting lainnya adalah berikan batasan terlebih dahulu kepada orangtua tentang cara-cara kita akan mengasuh anak sehingga mereka bisa saja mendidik cucunya tapi harus sesuai dengan batasan yang kita buat.
  • Cari dukungan, terutama dengan orang yang dapat dipercayai. Misalnya saja, dukungan dari mertua saat ibu berargumentasi tentang ASI ataupun sebaliknya.
  • Saring pendapat mana yang masuk akal atau tidak. Meski ingin memberikan yang terbaik buat cucunya, banyak orangtua yang masih percaya pada takhayul. Mereka melakukan apa yang menurut mereka baik namun belum tentu hal itu memang baik adanya.